Perbedaan Waktu Pemanenan Terhadap Mutu Kimia Daun Sirih Merah (Piper Crocatum Ruiz & Pav)

Authors

  • Azizulfiqri Hamsa Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Tahrir Aulawi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Bakhendri Solfan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Keywords:

sirih merah; waktu panen; mutu kimia; ekstraksi

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh perbedaan waktu pemanenan terhadap mutu kimia daun sirih merah. Penelitian telah dilaksanakan pada Bulan Maret sampai Mei 2019 di Laboratorium Teknologi Pasca Panen (TPP) Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau dan Laboratorium Teknologi Hasil Pertanian (THP) Universitas Riau. Perlakuan yang diberikan adalah waktu pemanenan terdiri atas 07.00 WIB (W1) (Pagi), 11.00 WIB (W2) (Siang) dan 15.00 WIB (W3) (Sore). Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial terdiri atas 6 ulangan. Daun sirih merah yang digunakan adalah berumur sedang (daun keenam dari pucuk). Daun sirih merah dipetik menggunakan gunting yang steril. Ekstraksi menggunakan bahan pelarut etanol 96% selama 24 jam dengan cara direndam. Data dianalisis dengan sidik ragam dan apabila berpengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple’s Range Test (DMRT). Pengamatan yang dilakukan terdiri atas Alkaloid, Total Antosianin, Kadar Air, Total Padatan Terlarut dan Warna. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan (W3) waktu panen 15.00 WIB (Sore) memberi pengaruh nyata dalam meningkatkan mutu kimia daun sirih merah dengan nilai rataan alkaloid (5,87 mg/g), total antosianin (8,50 mg/g), kadar air (14,54%), total padatan terlarut (1,34 oBrix) dan warna (153%)

Downloads

Published

2020-10-25

How to Cite

Azizulfiqri Hamsa, Tahrir Aulawi, & Bakhendri Solfan. (2020). Perbedaan Waktu Pemanenan Terhadap Mutu Kimia Daun Sirih Merah (Piper Crocatum Ruiz & Pav). Jurnal Pertanian Indonesia, 1(2), 33–42. Retrieved from https://japerti.polteksci.ac.id/index.php/japerti/article/view/8